google-site-verification: googleeeb235d8915b7e2f.html Inspirasi dan Motivasi: public speaking | Your Blog Description

Fokus kepada audiens ( public speaking tips )



Sebagian dari kita ingin tampil memukauketika berbicara di depan umum, namun terkadang kita berhasil dan sesekali kita gagal. bagi kita yang baru terjun dalam dunia public speaking mungkin jadi pertanyaan besar bagaimana hal itu bisa terjadi ? banyak faktor pastinya, mungkin saja kita salah memberikan kesan pertama pada audiens kesan buruk akan berdampak buruk dan kesan baik akan berdampak baik bagi kelangsungan penampilan anda. 60 detik pertama dalam penampilan kita harus di maksimalkan karena itu akan mejamin kesuksesan acara kita. ingat, kesan pertama begitu menentukan selanjutnya terserah anda. :D
kebanyakan dari manusia tentu saja mereka lebih senang mendengarkan apa yang mereka suka atau audiens lebih tertarik terhadap diri mereka sendiri bukan terhadap anda. Jadi mulailah anda untuk memanfaatkan hal ini anda  bisa mengawali pembicaraan dengan sesuatu yang berhubungan dengan audiens bukan tentang anda beberapa diantaranya:
1.      1. Greeting
Sapalah audiens dengan hangat, berikanlah senyum yang tulus dan sapalah mereka, tanya kabar mereka dan jika anda berada di daerah tertentu sapalah dengan bahasa mereka, hal ini akan membuat mereka lebih nyaman dana membuat kesan anda baik.
2.      2. Do’a
Siapa yang tidak mau di doakan yang baik-baik semua orang menginginkanya. Awali penmpilan anda dengan do’a, do’akanlah audiens, keluarganya , tentang rizkinya atau pun tentang hutang-hutangnya supaya cepat di lunasi sambil anda mengajak audiens untuk mengamini dan memberikan beberapa pernyataan contoh “ siapapun di ruangan ini yang bersemangat kita aminkan agar cepat dapet jodoh amiiin” siapa yang tidak ingin cepat dapet jodoh? pasti mau, yang sudah punya jodoh juga mau lagi kan hehe... sambil ngaminin. Artinya ajak audiens dalam hal ini untuk berinteraksi agar lebih bersemangat, antusias dll.
3.      3. Berikan pujian
Dalam hal ini jika pantas dan layak untuk di puji, pujilah ini akan menjadi point bagi kita untuk mengambil kesan positif. Contoh pujilah atas kedisiplinan audiens yang datang lebih awal, orang –orang yang berprestasi di tempat tersebut, atau pujilah tempat dimana anda tampil dan ungkapkanlah bahwa anda senang berada di tempat tersebut.
Selamat mencoba !

public speaking tips.( katakan hal positif)

 gugup
Bagi sebgaian besar orang berbicara di depan umum adalah sebuah hal yang menakutkan, apalagi bagi anda yang jarang sekali tampil untuk berbicara dan berhadapan dengan orang banyak . Bagaimana jadinya jika tiba-tiba anda harus menggantikan bos anda untuk  persentasi di sebuah rapat di kantor, atau anda berada di acara yang mengharuskan anda untuk memberikan sambutan? Mungkin jawaban anda pasti bervariasi. Tapi, bagaimanapun juga jika anda berada dalam posisi yang mengharuskan anda untuk tampil berbicara tidak ada pilihan yang lain ya.. anda harus tampil semaksimal mungkin. Mau pura-pura ngangkat telphone dan berkata ada panggilan penting hmm.. bisa aja tapi selamanya anda akan berada di zona nyaman anda.
Pembicara yang hebat adalah orang yang pandai berkomunikasi kepada orang lain sehingga orang terpengaruh dan melakukan tindakan perubahan baik sekala kecil hingga tindakan yang revolusioner. namun mereka pun yang hebat tidak akan samapai kepada posisi seperti itu jika mereka tidak pandai berkomunikasi terhadap diri mereka sendiri. Penting sekali bagi siapa saja yag ingin menjadi hebat berkomunikasi terhadap diri sendiri adalah kunicnya.
1.       Jika kita takut untuk memulai maka, kita harus berkomunikasi atau berbicara terhadap diri kita bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan tegaskan pada diri anda bahwa anda berani lakukan berulang-ulang
2.       Jika anda gugup maka katakanlah bahwa kegugupan adalah hal yang biasa bagi siapa saja bahkan orang top pun merasakannya. Tegaskanlah pada diri anda bahwa anda orang yang percaya diri siapapun orang yang menjadi audiensnya.
3.       Jika anda membayangkan kegagalan maka lawanlah dan bayangkan banyak senyum yang membalas anda, tepuk tangan semangat yang meriah untuk anda. berbicara dan tegaskanlah bahwa anda sudah berhasil.
4.       Jika anda merasa tiba-tiba mual, pusing, lemas  dan banyak hal aneh yang anda rasakan berkomunikasilah dengan diri anda sendiri bahwa anda mersakan kondisi yang sangat baik dan powerfull dan tegaskanlah bahwa benar-benar bersemangat.
5.       Bayangkanlah semua hal positif yang ingin anda dapatkan pada saat itu tegaskan dan berdoalah untuk kesuksesan anda.

Pikiran kita ibarat kaset yang terus di putar brulang-ulang, pilihannya adalah kita  mau memutar hal-hal yang baik atau kegagalan ? tergantung cara anda berkomunikasi dengan diri anda sendiri. Semoga bermanfaat.

Tahapan Siaran



Banyak orang memimpikan siaran di radio, namun sedikit orang yang bertekad untuk mewujudkan keinginannya itu di karenakan tidak Pede banyak alasan yang muncul ketika di Tanya “ suara saya jelek, saya tidak bisa berimprovisasi, saya tidak bisa heboh dan banyak hal lainnya. Namun jika kita sadar ternyata semuanya itu bisa diatasi bener lho! Gak percaya ?? ini rahasia kawan jangan bilang siapa-siapa ya ! janji oke.. rahasianya adalah teachable atau MAU BELAJAR intinya kita seperti gelas terbuka, bukan gelas tertutup, bukan gelas terbalik dan juga bukan gelas bocor yang bisa menerima kebaikan baik kecil atau besar dari siapapun yang terpenting bermanfaat buat kita .
Pokonya nih kawan kalau kita merasa suaranya belum enak untuk di dengar yah latih dengan olah vocal, susah berimprovisasi yaaa.. latih dengan memebaca, gali informasi sebanyak mungkin dan kembangkan kata demi kata sesering mungkin  intinya latihan kawan . namun kali ini saya akan sharing bagaimana tahapan siaran untuk kawan jadikan bahan dan latihan di rumah semoga bermanfaat
1.      Opening
§  Bismillah
§  Salam
§  Alamat radio
§  Frekuensi radio
§  Tagline radio
§  Sapa pendengar
§  Nama penyiar
§  Nama acara
§  Durasi acara
§  No telp
2.      Konten ( tergantung acara )
3.      Closing
§  Terimakasih
§  Acara
§  Nama penyiar
§  Tagline atau jargon radio
§  Salam penutup


ini tidak menjadi hal yang baku dan bisa di kreasikan dan di improvisasi bisa menyapa terlebih dahulu kemudian nyebutin acara atau nama penyiar dulu kemudian  nama acaranya pokonya terserah deh hehe.. itu bagian anda mengimprovisasi . selamat mencoba … 

Semuanya tergantung apa yang kamu pikirkan


Ini adalah pengalaman berbicara paling buruk yang pernah saya alami . waktu itu lama  tidak mengisi pelatihan remaja di salah satu lembaga training  di bandung, di telpon mendadak oleh teman saya untuk acara empat hari di lembang cikole.  memang saat itu  ada beberapa agenda yang membuat saya tidak memepersiapkan semuanya dengan baik apakah itu mental ataupun konten yang akan di sampaikan.  Mungkin itu adalah penampilan buruk yang pernah saya tampilkan, di awal salam pembukaan saja   sudah merasa tidak pede dan memberikan lebel ke peserta negative ( bahwa mereka tidak respect ) dan terbukti apa yang saya pikirkan memang benar ketika memberikan ice breaking banyak yang tidak mengikuti, terlihat garing, banyak celetukan apalagi  saat  memberikan materi yang tidak saya kuasai sepenuhnya atau pada saat itu tepatnya  lupa  Karena sebetulnya saya sudah menyampaikan materi itu lebih dari tiga kali di tempat yang berbeda. alih-alih bikin  pointer di kertas karena  tidak ada proyektor saat itu namun justru  membat  kesan saya semakin buruk karena setiap  melihat poin-poin di kertas semakin terlihat kikuk di mata peserta bahkan ada yang nyeletuk “ halah …nyontek “  ahh.. parah pokonya waktu itu.
Mungkin saat itu saya menyalahkan  teman  yang mendadak menghubungi, keterlambatan pemberangkatan, alat pendukung yang tidak tersedia ( proyektor , laptop, dan mic wireless ). Konten yang terlambat dikirimkan , rekan kerja yang tidak sesuai harapan ( karena sering terlambat mengatasi logostik bahkan harus di urusi oleh saya sendiri dan orang bukan haknya ) dan manajemen inti yang tidak capable Wahhh… pokonya saat itu all about blame . padahal jika saja saya positive thingking dan melakukan hal seperti  :
·         Berikan lebel Positif
Bisa anda bayangkan atau di praktekan  anda memegang toples yang berisikan gula dan anda memberikan lebel garam kira-kira apa yang akan terjadi jika ibu anda sedang masak ? toples isi garam anda tulis dengan lebel gula maka bagaimana jika ayah anda mau bikin kopi ? atau gula halus anda lebeli dengan tepung ? maka ayah dan ibu anda akan mengambil sesuai dengan apa terlihat di lebel itu hmm… bisa jadi kelaurga anda tidak makan pada hari itu karena semua makanan yang di hidangkan rasanya manis seperti permen atau ayah anda berteriak marah-marah karena kopi yang di buatnya berasa asin seperti obat cacingan. Nah.. sama halnya ketika anda sedang berbicara atau persentasi di depan banyak orang. Jika di awal saja anda sudah memberikan lebel bahwa mereka itu bosan dengan anda, tidak tertarik dan tidak mau ngikutin semua yang anda instruksikan maka yang akan anda dapatkan ya..itu yang anda pikirkan.
·         Semangat
Orang tidak akan tau bahkan tidak mau tau apakah anda banyak masalah atau tidak yang pasti peserta menunutut anda untuk maksimal dalam memberikan ilmu. Ini sering terjadi terhadap siapapun  apalagi di awal sudah memberikan lebel yang negative  menjadi kepastian jika anda loyo dan tidak bergairah ketika berbicara di depan umum eiitss.. anda harus berhati-hati jika anda seperti itu maka yang terjadi juga akan sama dengan audiens, mereka akan  loyo dan tidak bersemangat dan bisa-bisa anda gamut ( gagal mutlak ) . inget ! semangat itu menular jika anda semangat maka audiens pun akan semangat.
·         Lurus saja
Ingat! Jangan sekalipun anda membenarkan apa yang dipikirkan oleh audiens jika itu dampaknya buruk bagi anda contohnya jika saja anda memberikan materi di tempat yang sama dengan materi yang sama jangan katakan  kepada mereka bahwa “ walaupun ini materi yang kemarin/ pasti anda bosan karena ini materi yang kemarin/ kita akan mengulas saja karena anda sudah mendapatkannya beberapa waktu yang lalu dll “. Itu akan menguatkan pendapat di pikiran mereka bahwa ini memang jadul sehingga antusias mereka akan berkurang dan anda tidak akan maksimal ketika berbicara apapun yang anda lakukan apakah itu ice breaking ataupun simulasi karena di awal saja anda sudah membenrakan kebosanan mereka . maka jika materi itu bukan untuk yang pertama kali anda sampaikan, lurus sajalah  tidak usah membenarkan kebosanan mereka berusahalah seolah-olah mereka baru mendapatkan suatu yang baru dan unik. Kalupun anda mau bicara bahwa ini pengulangan maka kuatkanlah dengan sugesti bahwa pengulangan itu baik, bermanfaat dan sangat di perlukan sehingga mereka tetap ingin mendengarkan karena pengaruh saran-saran tersebut.
·         Bejalar dari pengalaman
Jika anda merasa gagal di salah satu waktu maka balaslah kegagalan tersebut di waktu yang lain. Ini adalah rumus yang bisa membuat anda tumbuh dan kualitas anda meningkat. Saya merasa menyesal sewaktu mengisi di cikole karena merasa tidak maksimal bahkan menurut saya itu adalah kegagalan namun hal itu saya balas di pelatihan selanjutnya dengan performa terbaik sehingga di setiap acaranya Nampak meriah, peserta semangat dan antusias. Kita harus selalu belajar apa yang tidak dapat kita lakukan di hari sebelumnya maka kita perbaiki selanjutnya belajar untuk selalu persiapan, selalu menambah wawasan, belajar untuk selalu berlatih dan belajar untuk selalu berpikir positive apapun keadaanya sehingga kualitas kita terus meningkat

kesan peratama untuk kesuksesan acara


Kesan apa yang anda ingin berikan kepada public saat anda berbicara? Tentunya yang terbaik  bukan ? jangan sampai anda sepulang dari acara anda di omongin dari belakang bahwa anda orang yang tidak semangat,tidak antusias, tidak menguasai materi , tidak professional dll. Ya… gak apa-apa sih di omongin di belakang ngurangin dosa kita juga  tapi jangan jadi alasan bahwa anda tidak bisa memberikan yang terbaik, anda cuek , acuh dan tidak mengevaluasi dengan performa anda sehingga tidak ada kemajuan. Jadi jangan samapai Jam terbangnya ada bahkan banyak  tapi gitu-gitu aja alias lari di tempat cape ia sampai ketujuan enggak . eh bener lho .. serius dan ini bukan untuk pembicara, MC, presenter, announcer saja  tapi juga buat yang lainya saat anda berbisnis, bekerja bahkan beribadah  kesan itu menentukan buat karir anda.
                The law of 30 second
“Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah anda “   pasti pada inget kan dengan tagline yang satu ini ? oke kalau masih inget mari kita lanjut. Kesan pertama sangatlah penting bagi anda saat memulai persentasi hanya dengan 30 detik saja orang akan memberikan  kesan apa buat anda apakah baik atau buruk , hebat atau biasa-biasa saja, pede atau ragu-ragu  Silahkan anda mau milih yang mana semuanya terserah anda. Namun jika anda anda ingin mendaptkan kesan positive di 30 detik awal maka ini dia caranya    :
·         Perhatikan dimana anda akan muncul
Kebanyakan orang selama ini tidak memperhatikan yang satu ini tapi jika di lakukan hanya dengan ini saja anda bisa sukses dalam kesan pertama. Mungkin anda sering menghadiri seminar , workshop atau yang lainnnya  bagai mana menurut anda jika seorang pembicara muncul di kursi depan lalu memulai pembicaraan?  Bandingkan dengan yang muncul di belakang stage ? oke  lalu bandingkan dengan pembicara yang muncul di bawah stage dengan asap buatan, music dan sinar lampu, atau turun dari atas dengan menggunakn tali seperti sedang terbang, pake kendaraan sperti Segway atau pake helicopter dan turun pake parasut  nah jika anda sebagai audiens pastinya takjub dengan kemunculan seperti itu
ü  Muncul dari belakng panggung
Jika hal yanga di atas terlalu berat untuk dilakukan apalagi anda seorang pembicara yang baru memulai karir terus anda baru memulai di level sekolah, kampus atau tingkat kecamatan ya .. jangan maksain bisa-bisa anda tekor haha. Namun jika anda ada di level itu lakukan dengan muncul di belakang audidens bisa di tambah dengan music semangat sambil berlari, atau dengan music yang lembut sambil anda berbicara ( motivasi, renungan, rasa terimakasih ) boleh juga sambil bernyanyi asalkan  pede dengan suara anda ya catat!  Kemunculan dibelakang bisa memunculkan rasa pensaran para audiens dan juga menambah rasa percaya diri bagi pembicara dari pada anda muncul di depan kursi VIP atau di belakang panggung itu akan menjadi beban bagi anda langsung berhadapan dengan audiens.
ü  Muncul di antara Audiens
 Ini hampir sama dengan yang sebelumnya di belakang cuman di antara para audiens bisa di antara kursi-kursi ataupun kerumunan penonton seperti anda sedang mendaptkan penghargaan grammy award, Panasonic award atau yang lainnya.
ü  Muncul dari arah kiri
Motorik kiri manusia langsung berhubungan dengan otak kanannya yang cenderung imajnitif , nah hal ini bisa di manfaatkan oleh pembicara dengan muncul dari arah kiri para audiens, sekali lagi kiri audiens bukan kiri anda , bisa di lakukan kiri dari arah panggung juga bisa di lakukan kiri dari belakang . karena pemunculannya dari arah kiri penonton maka otak kanan audiens pun akan terstimulus dengan kata-kata penyambut dengan mangatakan hal-hal positive tentang pembicara kalaupun anda tidak di sambut karena anda seorang MC tidak usah khawatir karena ketika mereka melihat anda dari sebelah kiri saja mereka sudah terstimulus.


Retorika dalam dakwah Rosulluloh SAW



Mempelajari segala bentuk sikap , tindakan dan kebiasaan Rosululloh Muhamad  SAW adalah Ilmu bagi kita sebagai umatnya. Bukankah hal yang memang diserukan oleh beliau kepada kita untuk menuntut ilmu walaupun sampai ke negri china, dan dari kita mulai di lahirkan sampai nanti tiba di liang lahat ? , dan bukankah ketika kita mempelajari ilmu dengan sungguh-sungguh adalah ikhtiar kita dalam beribadah kepada Alloh SWT ? maka jika kita sadar akan pertanyaan tersebut sudah menjadi keniscayaan bagi kita selain keuntungan mendapatkan ilmu pahala yang kita dapatkan, begitu menguntungkan bukan ?
Sebelumnya mari kita lihat dari mana kita harus mulai
Nabi muhamad yang terlahir di tengah masyarakat yang jahiliyah, tidak memilki ma’rifat ( pengetahuan ) mereka hidup dalam kegelapan, kebodohan,kekerasan dan penuh persaingan antar klan tergambar dalam letak geografis padang pasir yang panas dengan karakteristik iliteral, fanatik, dan pengaruh kekuasaan dua imperium adidaya yaitu Persia dan romawi, yang pada saat itu Persia adalah ladang subur berbagai kahayalan (khurafat )  Zoroaster yang dianut oleh kaum penguasa diantara falsfahnya ialah mengutamakan perkawainan seseorang dengan ibunya, anak perempuannya atau soudaranya sehingga Yazdasir II yang memerintah pada abad kelima masehi mengawaini anak perempuannya. Di Persia juga terdapat ajaran Mazdakia, yang menurut imam syahrustani adalah falsafah yang membolehkan wanita, harta, dan menjadikan manusia sebagai serikat seperti perserikatan mereka dalam air, api dan rumput .sementara itu romawai telah di kuasai sepenuhnya oleh semangat kolonialisme. Negri ini terlibat pertentangan agama antara romawai di satu pihak dan nasrani di pihak yang lain. Negri ini mengandalkan kekuatan militer dan ambisi kolonialnya dalam melakukan petualangan naïf demi mengembangakan agama Kristen dan mempermainkannya sesuai dengan hawa nafsunya yang serakah.
Namun rosullullloh  mampu menyatukan mereka semua di bawah naungan yang ia komunikasikan sebagai ajaran Tuhan. Lalu  komunikasi seperti apa  yang bisa  mengalahkan karakteristik masyarakat padang pasir yang dikenal keras. Mengubah fanatisme menjadi keingintahuan akan kebenaran . Menyatukan klan yang sekian lama jatuh dalam jurang permusuhan ke dalam persaudaraan yang tidak terikat darah dan materi.
Lalu mengapa kita harus belajar kepada rosululloh ?
Jika saat ini anda masih ragu dan masih terselip pertanyaan diatas tadi maka anda harus melihat jejak pengalaman rosululloh SAW. Ada yang mengatakan jika anda ingin belajar belajarlah kepada dari yang  terbaik, maka anda akan mendapatkan hal-hal terbaik, rosululloh adalah orang terbaik yag pernah hadir di muka bumi ini dengan segudang pengalamn dan proses hidupnya  yang di usianya  masih belia rosul sudah di tempa dengan hal yang sangat luar biasa, betapa tidak baru lahir saja sudah di tinggal ibunya, di usia 5 tahun sudah di tinggal ayahnya, di 8 tahun uisanya beliau sudah mandiri dengan menggembala kambing , uisa 12 tahun berdagang hingga ke negri Syria dan usia 25 tahun beliau sudah menjadi pengusaha sukses sampai ke manca Negara (yaman,syria,busra iraq, yordania Bahrain dll ). Tidak berhenti di situ saja kesuksesan rosul saat memimpin perang badar dengan pasukan kaum muslim tercatat dalam sejarah sekitar 313 dan kaum musyrikin berjumlah 1000 bukan kah itu pengalaman yang hebat ? bagaimana rosul mengkomunikasikan kepada kaum muslim untuk tetap yakin akan kemenangan padahal kaum musyrikin tiga kali lebih banyak,  jika di pikir secara rasional rosululloh sudah kalah banyak  dan dengan perbandingan seperti itu seharusnya mental kaum muslim jatuh dan melemah dan akhir peperangan itu di menangkan oleh kaum musyrikin.
Baik, kita lanjutkan trackrecord rosulluloh Saw selain memimpin perang-perang besar seperti uhud, khandak, tabuk dan yang lainnnya. Rosul juga sukses dalam memimpin umat muslim rosul berhasil memimpin keluarga. bahkan micheal heart dalam bukunya the 100 menempatkan  rosululloh Muhamad SAW sebagai orang berpengaruh di dunia urutan pertama mengalahkan tokoh-tokoh dunia yang lainnya padahal dia adalah seorang yahudi yang notabene bersebrangan dengan islam.
 Ini dia Rahasia Retorika dalam dakwah Rosulluloh SAW
Kenali siapa lawan bicara anda ?
Rosululah SAW pernah bersabda Berbicalah kepada manusia  menurut kadar akal ( kecerdasan) mereka masing-masing ( HR.muslim)
 Bisa kita artikan bahwa rosul dalam berdakwah  begitu memperhatikan lawan bicaranya ( komunikannya ) tidak terfokus terhadap dirinya mendapatkan apa, tetapi berfokus terhadap apa yang bisa di berikan sehingga  Efektifitas dan pemaksimalan makna dalam pesan yang di utamakan dan bukan kata-kata yang ingin kita sampaikan, kalau maknanya bisa di sampaikan secara mudah kenapa harus di persulit.
1.      Kenali lawan bicara/ audiens anda lewat latar belakang pendidkannya
jika lawan bicara anda adalah buruh tani maka anda sebagai mahsiswa janganlah bicara seperti kebiasaan anda di kampus atau di kelas seperti berdiskusi dengan teman anda, jika anda mahir berbahasa inggris tetapi kebanyakan dari teman anda tidak maka jangan sekali-kali pembicaraan anda dari awal sampai akhir memakai bahasa inggris tanpa penjelasan. Saya yakin bukan mereka paham atau senang bisa jadi mereka menghindar bahkan kabur ketika bertemu anda kembali.
2.      Kenali usia lawan bicara anda
Ketika audiens anda anak-anak maka gunakanlah nada atau intonasi yang riang dan ceria gunakanlah nada mi , supaya mereka nyaman dan mengikuti anda  tetapi jangan sekali-kali anda menggunakan nada mi ini di audiens yang usianya sudah lanjut bisa-bisa  mereka iilfeel terhadap anda bahkan menolak untuk meneruskan pembicaraan maka, gunakanlah nada yang sesuai yaitu nada do. Lalu bagaimna dnegan anak remaja dan dewasa ? yang gunakalah nada di tengah-tengah nada do dan mi yaitu re yang cocok dan pas dengan mereka.
3.      Kenali budaya dan bahasa audiens anda
Bisa anda bayangkan ketika dalam acara seserahan pernikahan anda di sambut dengan bahasa jawa atau bahasa yang anda tidak kenal sedangkan anda orang sunda maka apa yang anda pikirkan “ ngomong apa sih “ . ataupun sebaliknya orang jawa ngedengrin orang sunda . bisa jadi salah makna, hal ini bisa fatal terhadap acara tersebut bahkan terhadap calon pengantin tersebut.